dalam wawancara ini saya, berkesempatan mewawancarai seorang pengusaha sepatu, belaiu adalah perantau dari kota Deli Serdang Sumatra Utara.
Nama : Bonar S
TTL : Deli Serdang 5-10-1971
Alamat : JL, Akasia 5 Gn.Putri Bogor
berikut sekilas wawancara singkat saya dengan beliau.
Saya :
Assalamualaikum Bapak Bonar! Maaf mengganggu.
Narasumber :
Walaikumsalam, oh tidak, Ada yang bisa Bapak bantu?
Saya : Saya Ari Herryan, Mahasiswa
Universitas Gunadarma, ingin mencari informasi mengenai perusahaan sepatu yang
Bapak pimpin.
Narasumber : Oo, silakan, kebetulan Bapak sedang
santai.
Saya : Begini pak saya ingin
mengetahui sejarah keberadaan perusahaan Bapak.
Narasumber
: Perusahaan sepatu “DIAN” ini
didirikan pada tahun 1999, pada waktu itu di tokonya ada di bagian depan rumah
Bapak di jalan Akasia 5. Sementara garasi, Bapak ubah menjadi tempat membuat
sepatu. Pegawainya saudara Bapak sendiri. Modalnya pun uang tabungan Bapak dan
Ibu. Pada waktu itu modelnya masih terbatas dan belum laku seperti sekarang.
Saya : Kalau sekarang bagaimana pak?
Bahan bakunya didapatkan darimana?
Narasumber
: Bahan baku sudah tersedia di
grosir-grosir di sekitar sini. Jadi Bapak tidak usah mencari jauh-jauh ke
daerah lain.
Saya
: Model-modelnya kalau saya
lihat sangat beragam. Dari mana saja Bapak dapatkan model-model tersebut?
Narasumber : Nah, kalau model, Bapak berlangganan
majalah sepatu dari luar negri. Termasuk apabila ada pamera-pameran
pelatihan-pelatihan, selalu bapak ikuti, para pegawai pun Bapak ikuti dalam
pelatihan.
Saya
: Siapa saja pelanggan
Bapak?
Narasumber : Ada beberapa instansi yang sengaja
memesan untuk para pegawainya. Termasuk para peragawan dan peragawati serta
salon-salon pengantin. Sementara yang membeli langsung beragam, dari yang
ekonomi lemah sampai ekonomi atas.
Saya : Bagaimana dengan pengadaan
modalnya Pak?
Narasumber
: Dari dulu Bapak bertekad menggunakan
modal sendiri dan ini pun di dukung oleh istri Bapak. Ada beberapa tanah
peninggalan keluarga yang kemudian dijual. Alhamdulillah sampai sekarang modal
sendiri terus berputar dan bertambah.
Saya
: Wah Pak ini menarik,
biasanya para pengusaha belomba-lomba meminjam ke Bank. Bagaimana denga
anak-anak, apakah mereka mendukung usaha ini?
Narasumber
: Anak-anak? Begini, asal mula usaha
ini hasil pemikiran Bapak, Istri, dan juga anak-anak yang sudah dewasa, saya
tekankan bahwa ini usaha keras dan tidak main-main. Anak-anak dengan kesadaran
sendiri membantu. Mereka bisa merasakan kapan usaha untung dan rugi.
Saya
: Bapak Bonar, informasi
ini betul-betul jelas dan membuat saya mudah memahaminya. Terimakasih atas
segala informasi Bapak. Mudah-mudahan usaha Bapak bertambah maju.
Narasumber
: Terimakasih kembali.
Saya
: Saya permisi Pak,
Assalamualaikum.
Narasumber
: Waalaikumsalam.
sekian wawancara saya dengan beliau, apabila ada salah-salah kata, atau tulisan yang tidak pantas saya mohon maaf, terimakasih dan selamat membaca :D
![]() |
saya dengan narasumber |
OK..SETIAP KITA DI HADAPKAN DENGAN PERISTIWA APAPUN, PANDANGLAH SEMUA ITU DAN TANGGAPILAH DENGAN PENUH KEYAKINAN KARENA ITU SEMUA TUHAN SEDANG BERKEHENDAK..
BalasHapusn'.PASTIKAN UNTUK SELALU MELIHAT DAN MEREVIEW KE TAHAP2 DALAM MENCAPAI TUJUAN HIDUP
FURUHITHO