Jumat, 27 April 2012

Masalah-masalah Kejiwaan


Fobia
Fobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu. Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap Fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya, pengidap tersebut sering dijadikan bulan bulanan oleh teman sekitarnya. Ada perbedaan "bahasa" antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap fobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Bagi pengamat dirasa lucu jika seseorang berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti ular atau tikus. Sementara di bayangan mental seorang pengidap fobia subjek tersebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan.
Dalam keadaan normal setiap orang memiliki kemampuan mengendalikan rasa takut. Akan tetapi bila seseorang terpapar terus menerus dengan subjek Fobia, hal tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya fiksasi. Fiksasi adalah suatu keadaan dimana mental seseorang menjadi terkunci, yang disebabkan oleh ketidak-mampuan orang yang bersangkutan dalam mengendalikan perasaan takutnya. Penyebab lain terjadinya fiksasi dapat pula disebabkan oleh suatu keadaan yang sangat ekstrem seperti trauma bom, terjebak lift dan sebagainya.
Seseorang yang pertumbuhan mentalnya mengalami fiksasi akan memiliki kesulitan emosi (mental blocks) dikemudian harinya. Hal tersebut dikarenakan orang tersebut tidak memiliki saluran pelepasan emosi (katarsis) yang tepat. Setiap kali orang tersebut berinteraksi dengan sumber Fobia secara otomatis akan merasa cemas dan agar "nyaman" maka cara yang paling mudah dan cepat adalah dengan cara "mundur kembali"/regresi kepada keadaan fiksasi. Kecemasan yang tidak diatasi seawal mungkin berpotensi menimbulkan akumulasi emosi negatif yang secara terus menerus ditekan kembali ke bawah sadar (represi). Pola respon negatif tersebut dapat berkembang terhadap subjek subjek fobia lainnya dan intensitasnya semakin meningkat. Walaupun terlihat sepele, “pola” respon tersebut akan dipakai terus menerus untuk merespon masalah lainnya. Itu sebabnya seseorang penderita fobia menjadi semakin rentan dan semakin tidak produktif. Fobia merupakan salah satu dari jenis jenis hambatan sukses lainnya.


Beberapa istilah sehubungan dengan fobia :
  • afrophobia — ketakutan akan orang Afrika atau budaya Afrika.
  • agoraphobia - takut pada lapangan
  • antlophobia — takut akan banjir.
  • bibliophobia - takut pada buku
  • caucasophobia — ketakutan akan orang dari ras kaukasus.
  • cenophobia — takut akan ruangan yang kosong.
  • claustrophobia - takut akan naik lift.
  • dendrophobia - takut pada pohon.
  • ecclesiophobia - takut pada gereja.
  • felinophobia - takut akan kucing.
  • genuphobia - takut akan lutut.
  • hydrophobia — ketakutan akan air.
  • hyperphobia - takut akan ketinggian
  • iatrophobia - takut akan dokter.
  • japanophobia - ketakutan akan orang Jepang.
  • lygopobia - ketakutan akan kegelapan.
  • necrophobia - takut akan kematian.
  • panophobia - takut akan segalanya.
  • photophobia — ketakutan akan cahaya.
  • ranidaphobia - takut pada katak.
  • schlionophobia - takut pada sekolah.
  • uranophobia - ketakutan akan surga.
  • xanthophobia - ketakutan pada warna kuning.
  • arachnophobia - ketakutan pada laba-laba.
  • lachanophobia - ketakutan pada sayur-sayuran.
 Sumber Pustaka :
http://id.wikipedia.org/wiki/Fobia

Persahabatan 7 Nada


PERSAHABATAN 7 NADA

Entah pukul berapa hari kini. Telah berkali-kali kudengar denting jam. Mungkin sudah tengah malam. Namun aku tak mau berpusing tuk memikirkan waktu. Sekelebat rasa menyelimuti sukma. Duduk terdiam, termangu, dibibir jendela kamar. Perlahan butiran-butiran hangat meluncur dari pelupuk mata. Fikir ini terbang melayang. Terbayang bagaimana hati ini dapat terasa semakin tersiksa. Luka yang membekas telah tertoreh begitu dalam. Sulit bagiku tuk memupuskan. Sama halnya dengan segenap jiwa dan raga yang bersi keras meninggalkan kenangan. Namun nyatanya. . .terlalu perih tuk menghilangkan. Dan masih dengan angan yang semakin dalam menerobos kenangan, terdengar dan sayup-sayup dari lisannya yang telah menorehkan luka di hati ini!. Perih hati ini.
“Ti nanti pulangsekolah jangan langsung pulang yaa…..”, bujuk Mia padaku. “mau ngapain?”, balasku, “biasa curhat”, timpal Mia. Dan begitulah Mia. Akhir-akhir ini dia selalu memintaku untuk mendengarkan ceritanya, juga dia meminta nasihat-nasihat dariku. Bukanya aku mau sombong, aku memang dijadikan tempat untuk curhat dikala teman-temanku membutuhkannya. Dan menurut mereka ucapan-ucapan ku memang benar-benar berarti. Ah… tapi aku tak mau ambil pusing, mungkin mereka memang benar-benar nyaman denganku. Saat bel sekolah berdering, Mia langsung menghampiriku. Dan seperti biasanya yang ia ceritakan ya tentang Gita. Ya… Gita. Gita juga sahabatku. Dan aku bersahabat berenam. Aku, Mia, Gita, Viny, Michel, dan Yasmin telah berteman sejak tiga tahun lalu. Dan akhir-akhir ini banyak sekali masalah yang timbul dalam persahabatan kami.
Awalnya, masalah ini timbul karena perubahan sikap Gita. Aku pun merasakan hal yang sama dengan yang sahabat-sahabatku rasakan. Semenjak Gita mendapatkan jabatan bergengsi di sekolah, sikapnya berubah total !! Dan seisi sekolah cerita tentang peubahannya Gita padaku. Bahkan orang yg tidak dekat dengan Gita sekalipun merasakan hal yang sama dengan yang aku rasakan. Semua orang cerita ini dan itu tentang perubahan Gita. Tapi aku, Mia, Viny, Michel, dan Yasmin yakin kalau Gita bukan tipe orang yang seperti itu. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak menceritakan tentang semua ini pada Gita. Dengan alas an kami tidak mau menyakiti hatinya. Kamipun bersepakat untuk memancing-mancing Gita agar merubah sifatnya. Namun yang terjadi judtru sebaliknya, Viny mendukung sikap Gita dan dia menceritakan semua hal pada Gita. Hingga hubungan persahabatan yang terjalin 3 tahun seperti tak pernah terjadi. Hancur berantakan !!
Aku, Mia, Yasmin, dan Michel merenungkan awal dari persahabatan kami. “hanya kenangan!!”, ujarku membuyarkan lamunan. Dan memang benar, hal itu hanya akan menjadi kenangan dengan melihat perseteruan diantara kami. Tiba-tiba Gita dating diikuti Viny dibelakangnya. “Cukup! Maksud lo semua apa?hah?”, bentak Gita. “maksud lo apaan sih Ta?”, Tanya Mia. “Ga usah pura-pura bego deh lo! Buat apa sih selama ini lo semua nusuk gue dari belakang? Buat apa?”, ujar Gita masih dengan nada membentak, “o piker gue ga tau apa yang lo semua lakuin sama gue? Makanya kalo mau maen yang bersih dong!”, lanjut Gita dengan nada mengejek. “Cukup Ta, selaku, “Sebelumnya sorry kalo selama ini kita memperlakukan lo kaya gini. Mungkin lo ngerasa kita nusuk lo dari belakang. Tapi asal lo tau, kita ngelakuin ini beralasan. Kita mau nunjukin sama semua orang kalo Gita sahabat kita, sahabat kita itu ga seperti yang mereka fikir. Lo semua ga pernah tau apa yang mereka semua omongin tentang lo? Tapi kita tahu, terutama gue, gue tau apa yang mereka semua bilang ke gue, bukan sama lo. Gue ga pernah cerita tentang ini sama lo karna gue takut lo bakalan sakit hati. Tapi gue juga ga bisa ngebiarin cerita-cerita itu beredar di anak-anak, image lo bakalan ancur. Dan kita ga pengen itu terjadi. Sampai akhirnya kita mutusin untuk mincing-mancing lo supaya lo beruabah. Gue pengen nunjukin sama semua orang kalo Gita itu ga seperti apa yang mereka fikir. Dan gue pengen bilang “ini loh Gita!”. Tapi apa? Semua usaha kita GATOT!! (gagal total). Lo malah nganggep kita muna, musuh dalam selimut, dan tuduhan-tuduhan lo yang lain’.
“Bilang aja lo sirik!”, timpal Gita masih dengan nada menantang,
“Sirik? Buat apa gue sirik? Gue sama sekali ga pernah sirik sama lo! Sirik sama jabatan lo? Buat apa? Popularitas? Gue ga butuh popularitas. Jadi buat apa gue sirik? Ayolah Ta. . . coba lo fikir! Kalo kita sirik sama jabatan lokenapa kita ga dati dulu aja ngelakuin hal itu?”, jawabku dengan terengah.
Kembali butiran hangat membasahi pipi, dan kali ini kami berenam. Tak ada kata yang dapat melukiskan siang ini. Senyap! Kami sibuk dengan alam bawah sadar kami masing-masing. Hanya suara sesegukan dari tangis yang terdengar. Selagi ku mencoba kembali dari khayalku, terdengar suara parau berkata “maaf” dan suara itupun semakin nyata “Sisty . . . maafin gue! Temen-temen maafin gue! Gue emang egois!”, ujar Gita membuyarkan lamunan. “Sekarang bukan saatnya saling menyalahkan” ujarku.
Senyum mengembang tercipta diantara kami disertai dengan pelukan hangat. Dalam pelukan hangat. Dalam pelukan ku berucap, “kalian tau persahabatan tujuh nada? Apa artinya re tanpa mi? apa artinya mi tanpa fa? Apa artinya fa tanpa sol? Apa artinya sol tanpa la? Apa artinya la tanpa si? Begitu juga persahabatan ini, yak an?”. “tapi kayanya ga pas deh kita kan Cuma berenam” canda Michel disahut dengan gelak tawa.
Banyak hal di dunia ini yang tak dapat kita mengerti. Sekeras apapun kita untuk mengerti, pada akhirnya kita kan menemui kebuntuan. Dan banyak pula dari bagian hidup kita yang tak dapat kita mengerti. Karena tak sepatutnya kehidupan itu di mengerti. Jalanilah kehidupan! Karena kehidupan hanya patut dijalani bukan untuk dimengerti.


Hikmah :
Kebaikan : “Menyelasaikan masalah dengan kepala dingin, bukan dngan emosi, membingbing kita agar kita mampu mengabil cara yg baik dalam menghadapi masalah, menjaga perasaan orang lain dalam berbicara maupun bersikap, memahami perasaan orang lain, dan bijaksana dalam mengambil sikap”.
Kejelekan : “berburuk sangka kepada sahabat-sahabatnya, terlalu egois dan ingin menang sendiri, tidak bisa dipercaya, dan juga selalu takabur”.



Kesimpulan :
            Dalam hidup kita memang selalu dihadapkan dalam sebuah masalah, tapi semua itu semata-mata hanya membuat kita semakin dewasa. Kita dituntut agar mampu menjaga dan memahami perasaan orang lain agar orang lain yang berada disekitar kita tidak merasa tersinggung. Dalam persahabatan begitu banyak warna ada suka, duka, bahagia, canda, tawa, maupun tangisan. Namun semua itulah yang membuatnya indah, yang menjadikan kita bersatu, mengerti satu dengan yang lainnya.

Tugas PUISI


Puisi pengharapan
Hanya Satu
Hanya satu pintaku
Tuk memandang langit biru
Dalam dekap seorang Ibu

Hanya satu pintaku
Tuk memandang langit biru
Dipangkuan seorang Ayah

Apabila ini hanya sebuah mimpi
Ku selalu berharap dan tak pernah terbangun
Hanya satu pintaku tuk memandang langit biru
Dipangkuan Ayah dan Ibu

Puisi Cinta
Penantian Cinta
Saat terindah bersamamu mengukir bahagia menghiasi hari-hariku.
Pesona indahmu membekas direlung kalbu.
Tutur katamu, bahasa santunmu, bukti akan kecantikan hatimu.
Tingkah manjamu slalu membuatq tk bisa tuk berpaling darimu.
Namun kini kau tlah menghilang entah kemana. 
Ilalang dan daun yang gugur pun tak tahu kau dimana.
Apalagi aku hanya seorang pecundang.
Yang hanya bisa menunggumu tanpa arah dan tujuan.


Puisi  Keagungan
Tuhan, semua yang aku dengar
Di alam raya ini, dari ciptaanmu
Kicauan burung, desiran dedaunan
Gemericik air pancuran
Senandung burung tekukur
Sepoian anging,gelegar guruh
Dan kilat yang berkejaran
Kini
Aku pahami sebagai petanda
Atas keagunganmu
Dan
Sebagai kabar berita bagi manusia
Bahwa tidak satupun ada
Yang menandingi Mu

Rabu, 21 Maret 2012

Pengaruh Kebudayaan Asing Terhadap Masyarakat


           1.  Definisi Kebudayaan

1. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan social.
3. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar.
4. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
5. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.
6. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
7. Francis Merill
  • Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social
  • Semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi simbolis.
8. Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat. Pesan-pesan tentang kebudayaan yang di harapkan dapat di temukan di dalam media, pemerintahan, intitusi agama, sistem pendidikan dan semacam itu.
9. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.
10. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.
11. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
Kesimpulan
Dari berbagai definisi di atas, dapat diperoleh kesimpulan mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide gagasan yang terdapat di dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi social, religi seni dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

     2. Wujud kebudayaan

Wujud kebudayaan dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu:
Wujud gagasan
Budaya dalam wujud gagasan/ide ini bersifat abstrak dan tempatnya ada dalam alam pikiran tiap warga pendukung budaya yang bersangkutan sehingga tidak dapat diraba atau difoto.
Sistem gagasan yang telah dipelajari oleh setiap warga pendukung budaya sejak dini sangat menentukan sifat dan cara berpikir serta tingkah laku warga pendukung budaya tersebut. Gagasan-gagasan inilah yang akhirnya menghasilkan berbagai hasil karya manusia berdasarkan sistem nilai, cara berfikir dan pola tingkah laku. Wujud budaya dalam bentuk sistem gagasan ini biasa juga disebut sistem nilai budaya.

Wujud perilaku (aktivitas)
Budaya dalam wujud perilaku berpola menurut ide/gagasan yang ada. Wujud perilaku ini bersifat konkrit dapat dilihat dan didokumentasikan (difoto dan difilm). Contoh: Petani sedang bekerja di sawah, orang sedang menari dengan lemah gemulai, orang sedang berbicara dan lain-lain. Masing-masing aktivitas tersebut berada dalam satu sistem tindakan dan tingkah laku.
Wujud benda hasil budaya
Semua benda hasil karya manusia tersebut bersifat konkrit, dapat diraba dan difoto. Kebudayaan dalam wujud konkrit ini disebut kebudayaan fisik. Contoh: bangunan-bangunan megah seperti piramida, tembok cina, menhir, alat rumah tangga seperti kapak perunggu, gerabah dan lain-lain. Dalam kenyataan sehari-hari ketiga wujud tersebut yaitu gagasan, perilaku dan benda hasil budaya tidak terpisahkan dan saling mempengaruhi. Contoh: salah satu unsur kebudayaan adalah sistem religi maka wujud budaya sistem religi adalah sebagai berikut:
1).gagasan
2).perilaku: konsep tentang dewa-dewa, roh.upacara keagamaan yang dilakukan oleh salah satu bangsa dengan konsep kepercayaan tersebut
3).benda hasil budaya : dapat ditemukan contohnya pada masyarakat prasejarah di Indonesia berupa menhir, patung perwujudan nenek moyang.

     3.      Macam Macam Kebudayaan

Kepulauan Indonesia, pada zaman kuno terletak pada jalur perdagangan antara dua pusat perdagangan kuno, yaitu India dan Cina. Letaknya dalam jalur perdagangan internasional ini memberikan pengaruh yang sangat besar pada perkembangan sejarah kuno Indonesia. Kehadiran orang India di kepulauan Indonesia memberikan pengaruh yang sangat besar pada perkembangan di berbagai bidang di wilayah Indonesia.
Hal itu terjadi melalui proses akulturasi kebudayaan, yaitu proses percampuran antara unsur kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain sehingga terbentuk kebudayaan yang baru tanpa menghilangkan sama sekali masing-masing ciri khas dari kebudayaan lama.
Pengaruh Budaya Vietnam bagi budaya bangsa Indonesia pada Masyarakat Prasejarah Indonesia
Masuknya kebudayaan asing merupakan salah satu faktor yang membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Kebudayaan tersebut yaitu Kebudayaan Dongson, Kebudayaan Bacson-Hoabich, Kebudayaan Sa Huynh, dan Kebudayaan India. Kebudayaan Dongson, Kebudayaan Bacson-Hoabich, Kebudayaan Sa Huynh terdapat di daerah Vietnam bagian Utara dan Selatan.
Masyarakat Dongson hidup di lembah Sungai Ma, Ca, dan Sungai Merah, sedang masyarakat Sa Huynh hidup di Vietnam bagian Salatan. Ada pada tahun 40.000 SM- 500 SM. Kebudayaan tersebut berasal dari zaman Pleistosein akhir. Proses migrasi ke tiga kebudayaan tersebut berlangsung antara 2000 SM-300 SM. Menyebabkan menyebarnya migrasi berbagai jenis kebudayaan Megalithikum (batu besar), Mesolitikum (batu madya),Neolithikum (batu halus), dan kebudayaan Perunggu.
Terdapat 2 jalur penyebaran kebudayaan tersebut:
1. Jalur barat, dengan peninggalan berupa kapak persegi
2. Jalur Timur, dengan ciri khas peninggalan kebudayaan kapak lonjong. Pada zaman perunggu, kapak lonjong ditemukan di Formosa, Filipina, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya.
( Pendapat ) : Kita sebagai bangsa Indonesia harus waspada terhadap kebudayaan asing yang masuk ke negara kita karena mungkin pengaruh akan budaya asing akan bisa merusak citra atau moral bangsa Indonesia.

4.      Pengaruh Kebudayaan Asing Terhadap Masyarakat


Kepulauan Indonesia, pada zaman kuno terletak pada jalur perdagangan antara dua pusat perdagangan kuno, yaitu India dan Cina. Letaknya dalam jalur perdagangan internasional ini memberikan pengaruh yang sangat besar pada perkembangan sejarah kuno Indonesia. Kehadiran orang India di kepulauan Indonesia memberikan pengaruh yang sangat besar pada perkembangan di berbagai bidang di wilayah Indonesia.
Hal itu terjadi melalui proses akulturasi kebudayaan, yaitu proses percampuran antara unsur kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain sehingga terbentuk kebudayaan yang baru tanpa menghilangkan sama sekali masing-masing ciri khas dari kebudayaan lama.
Pengaruh Budaya Vietnam bagi budaya bangsa Indonesia pada Masyarakat Prasejarah Indonesia
Masuknya kebudayaan asing merupakan salah satu faktor yang membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Kebudayaan tersebut yaitu Kebudayaan Dongson, Kebudayaan Bacson-Hoabich, Kebudayaan Sa Huynh, dan Kebudayaan India. Kebudayaan Dongson, Kebudayaan Bacson-Hoabich, Kebudayaan Sa Huynh terdapat di daerah Vietnam bagian Utara dan Selatan.
Masyarakat Dongson hidup di lembah Sungai Ma, Ca, dan Sungai Merah, sedang masyarakat Sa Huynh hidup di Vietnam bagian Salatan. Ada pada tahun 40.000 SM- 500 SM. Kebudayaan tersebut berasal dari zaman Pleistosein akhir. Proses migrasi ke tiga kebudayaan tersebut berlangsung antara 2000 SM-300 SM. Menyebabkan menyebarnya migrasi berbagai jenis kebudayaan Megalithikum (batu besar), Mesolitikum (batu madya),Neolithikum (batu halus), dan kebudayaan Perunggu. Terdapat 2 jalur penyebaran kebudayaan tersebut:
1.   Jalur barat, dengan peninggalan berupa kapak persegi
2.   Jalur Timur, dengan ciri khas peninggalan kebudayaan kapak lonjong. Pada zaman perunggu,  kapak lonjong ditemukan di Formosa, Filipina, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya.


Sumber pustaka :
 http://hadi27.wordpress.com/pengaruh-budaya-asing-bagi-budaya-bangsa-indonesia
hadi27.wordpress.com/pengaruh-budaya-asing-bagi-budaya-bangsa-indonesia/